Kyai Pulanggeni Era HB VII

No. SIP: 0103.X/TA/XII/2025

Filosofi Pusaka

Dhapur Pulanggeni dari tradisi Yogyakarta melambangkan api batin yang terkendali, semangat hidup yang menyala namun diarahkan oleh kejernihan rasa. “Pulanggeni” dimaknai sebagai kembalinya api ke sumbernya—simbol penguasaan diri, keberanian yang matang, serta kesetiaan pada nilai kebenaran. Keris ini pantas dimiliki oleh pribadi yang memiliki daya juang tinggi, namun mampu menempatkan emosi dan kekuatan pada porsi yang tepat.

Pamor Ngulit Semongko, dengan pola menyerupai kulit semangka, menjadi doa agar pemiliknya mudah bergaul, disenangi banyak orang, serta dimudahkan jalan rezekinya. Seperti buah semangka yang manis di balik kulitnya, pamor ini melambangkan kebaikan batin yang memikat simpati dan membuka peluang dari berbagai arah.

Perpaduan Pulanggeni dan Ngulit Semongko menghadirkan pusaka yang menyeimbangkan semangat membara dengan keluwesan sosial. Ia mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan hanya keberanian, tetapi juga kemampuan merangkul sesama demi kemanfaatan yang luas.

Galeri Foto Pusaka

Identifikasi Pusaka

Nama Pusaka: Kyai Pulanggeni
Tangguh/Estimasi Era: HB VII

Wilah

Panjang Wilah: 35 cm
Jumlah Luk: Damar Murup
Dhapur: Pulanggeni (Yogya)
Pamor: Ngulit Semongko
Gaya/Langgam Wilah: HB VII
Tinatah: Emas - Cacah Gori (Emas Tempel)
Detail Tinatah:

Panji Wilis Pintulu

Panjang Gonjo: 7.5 cm
Jenis Gonjo: Ganja Kelap Lintah
Panjang Pesi: 6.5 cm

Warangka

Bahan Warangka: Kayu Trembalu
Gaya/Langgam Warangka: Gayaman Yogya Gandar Iras
Pendok: Pendok Blewah Suwoso

Gagang/Hulu

Mendak: Nyah Nginang Bahan Emas dengan Berlian dan Mirah Delima
Bahan Gagang/Hulu: Gagang Kayu
Detail Bahan Gagang/Hulu: Kayu Tayuman
Langgam Gagang/Hulu: Yogya

Pemilik

  1. Abro (2016)
  2. GBPH Yudhaningrat

Edukator

  1. Wahyu Eko Setiawan
  2. Budi Susilo

Identifikasi Digital

QR Code https://tosanaji.id/?p=4374
https://tosanaji.id/profil-pusaka/0103-x-ta-xii-2025/4374/