Pusaka ini diperoleh dari salah seorang cucu PB IX tahun 2010.
Dhapur Parung Sari menggambarkan pribadi yang menebarkan kebaikan seperti bunga yang semerbak harumnya. “Parung Sari” diibaratkan bunga yang tumbuh di tengah kehidupan, menghadirkan keindahan, ketenangan, dan manfaat bagi siapa saja yang mendekat. Pusaka ini mencerminkan pemilik yang berhati lembut, lapang, serta terbiasa menyenangkan sesama melalui tutur, sikap, dan perbuatan. Mereka adalah pribadi yang kehadirannya menentramkan, mampu meredakan suasana, dan menebarkan aura positif di manapun berada. Parung Sari mengajarkan bahwa keharuman budi adalah pusaka sejati—keindahan yang tidak pudar meski waktu berjalan.
Pamor Pedharingan Kebak, menyerupai lumbung padi penuh, menambah makna kelimpahan dan keberkahan hidup. Pamor ini menjadi doa agar rezeki selalu cukup, kebutuhan terpenuhi, dan hati senantiasa lapang. Lebih dari sekadar materi, ia melambangkan kelimpahan rasa syukur, ketenangan, dan kemampuan berbagi kepada orang lain.
Perpaduan Parung Sari–Pedharingan Kebak mencitrakan pribadi yang harum budi, penuh berkah, dan membawa manfaat luas bagi keluarga serta lingkungan.
Bahan wilah dari besi karang kijang pulosani. Pamor mengandung meteor . Ada tinatah emas panji wilis pada gandik
Catatan mahar pusaka:
Hubungi Admin TosanAji.id: +62823-3355-5858
Identifikasi koleksi pusaka Anda TANPA BIAYA.
Dapatkan informasi dasar mengenai dhapur, pamor, dan perkiraan masa pembuatan (sepuh atau yasan enggal/kamardikan)