Pada tanggal 25 November 2005, UNESCO mengakui Keris sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity (Karya Agung Warisan Budaya Takbenda Dunia). Pengakuan ini menjadi bukti nyata atas penghormatan dan apresiasi tinggi terhadap nilai-nilai kebudayaan, sejarah, seni, filosofi dan pedoman hidup para Leluhur Nusantara (Indonesia). Pengakuan ini harus terus kita gelorakan ke seluruh penjuru dunia dengan berbagai upaya yang inovatif, sekaligus menjadi strategi diplomasi kebudayaan yang seluas-luasnya.
Tahun 2025 saat ini, berarti sudah Dua Dekade (20 Tahun/ 2005 – 2025) Keris mendapatkan Pengakuan Dunia (UNESCO). Hal ini bisa kita dijadikan momentum untuk terus memperkuat, membangun dan mengembangkan Ekosistem Inovasi Budaya Tosan Aji Nusantara, yang menggelora ke seluruh penjuru dunia. Sangat perlu kita tekankan, bahwa yang hendak kita bangun adalah: Ekosistem Inovasi Budaya Tosan Aji Nusantara. Kenapa?
Memahami Keris, berarti kita sedang menyelami kekayaan dan keluhuran budaya bangsa Indonesia. Yang di dalamnya mengandung nilai-nilai luhur, ajaran hidup mulia dan jati diri pedoman hidup bagi seluruh bangsa Indonesia. Maka, sangat dibutuhkan berbagai upaya strategis untuk terus konsisten melestarikan, mengembangkan dan menyebarkan seluas-luasnya pemahaman (Narasi, Referensi dan Literasi) perihal Kaweruh Paduwungan (Pemahaman Keris). Yang diharapkan juga bisa menjadi Daya Dukung Penguatan Pembangunan Ekosistem Inovasi Budaya Tosan Aji Nusantara dan Strategi Diplomasi Kebudayaan Internasional.
Saat ini, masih sangat minim sumber-sumber Narasi, Referensi dan Literasi perihal Kaweruh Paduwungan (Pemahaman Keris) yang lengkap, rigid, valid dan bisa dipertanggung jawabkan. Yang bisa diakses secara mudah oleh siapapun, kapanpun dan di manapun berada. Platform TosanAji.id hadir untuk memberikan solusi dalam membangun sumber database yang berguna untuk mengembangkan Narasi, Referensi dan Literasi perihal Pemahaman Keris (Kaweruh Paduwungan) yang mempunyai Kredibilitas, Profesionalitas dan Akuntabilitas.

Platform TosanAji.id berupaya menjadi solusi yang holistik dan terintegrasi, sebagai sumber utama Narasi, Referensi dan Literasi, yang mempunyai tujuan untuk membangun serta mengembangkan Ekosistem Inovasi Budaya Tosan Aji seluas-luasnya. Yang di dalamnya akan mengangkat seluruh elemen stakeholder, pelaku, industri dan faktor pendukung pada Ekosistem Inovasi Budaya Tosan Aji Nusantara. Termasuk daya dukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, teknologi informasi, digitalisasi, dukungan keuangan, kebijakan, ekonomi budaya, perlindungan hukum Hak Cipta, Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan lain-lainnya.
Ke depan, Tim Kerja TosanAji.id sedang berupaya mengerjakan Digitalisasi 80 Mahakarya Empu Keris Dua Dekade (2005 – 2025), yang akan mengangkat sebanyak 80 Mahakarya Keris Yasan Enggal (Karya Baru) dari 20 Empu pada masa Dua Dekade (2005 – 2025). Harapannya, program kerja ini bisa dijadikan upaya untuk memperkuat daya dukung Program Pemajuan Kebudayaan, Ketahanan Budaya, Perlindungan Warisan Budaya hingga Strategi Diplomasi Kebudayaan sampai level Hubungan Internasional berbasis Ekosistem Inovasi Budaya Tosan Aji Nusantara.
Konsep utama kegiatan Digitalisasi 80 Mahakarya Empu Keris Dua Dekade (2005 – 2025) ini, dimulai dari melakukan Penggalian Data Empu & Karyanya. Ditargetkan diperoleh data 20 Empu yang berkarya mulai tahun 2005 – 2025. Baik yang sudah meninggal dunia, misal Empu Soekamdhi (Mbah Kamdi), maupun yang masih terus berkarya hingga tahun 2025. Masing-masing Empu akan diangkat karyanya sebanyak 3 – 5 Karya Mahakaryas. Hingga bisa diperoleh database Digitalisasi sebanyak 80 Mahakarya Empu Keris Dua Dekade (2005 – 2025). Sebagai bukti konkret mengawali hasil kerja tersebut, bisa dilihat langsung Galeri Empu Soekamdhi di dalam Platform TosanAji.id.
Jumlah 80 Mahakarya Keris dipilih dengan landasan pemikiran untuk Merayakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 Tahun. 20 Empu Keris dipilih untuk mewakili semangat zaman dengan pertimbangan dari generasi ke generasi dan pergerakan Empu Keris di masing-masing daerahnya. Sedangkan rentang waktu (Timeline) Dua Dekade (20 Tahun) dipilih dengan landasan pemikiran untuk Merayakan Dua Dekade Keris diakui oleh UNESCO (25 November 2005 – 25 November 2025). Hal ini juga harus bisa dijadikan momentum untuk membangun Ekosistem Inovasi Budaya Tosan Aji Nusantara yang lebih Inovatif, Progresif dan Produktif.
Salah satu hasil (outcome) dari kegiatan Digitalisasi 80 Mahakarya Empu Keris Dua Dekade ini adalah terbangunnya Database Digital 80 Mahakarya Empu Keris Dua Dekade, yang juga disertai dengan Penerbitan Surat Identifikasi Pusaka (SIP) dan QRcode Kartu Identitas Pusaka (KIP). Termasuk di dalamnya terdapat Data Profile 20 Empu yang berkarya mulai tahun 2005 – 2025. Database tersebut bisa diakses secara terbuka oleh siapa saja dan di manapun berada. Yang juga bisa digunakan untuk sarana edukasi, literasi dan promosi karya-karya Para Empu Dua Dekade. Termasuk mengangkat dan mempromosikan Profil Para Empu Keris Dua Dekade.
Pada tahap selanjutnya, bisa terus dikembangkan (Sustainability) untuk Digitalisasi seluruh karya-karya Keris (Tosan Aji) dari Para Empu di seluruh Indonesia. Jadi, kegiatan Digitalisasi 80 Mahakarya Empu Keris Dua Dekade ini, bisa menjadi lokomotif utama untuk keberlanjutan kegiatan Identifikasi, Dokumentasi, Inventarisasi dan Digitalisasi karya-karya Tosan Aji serta Profiling Para Empu dari seluruh Indonesia. Yang bisa menjadi fondasi dasar pengembangan Ekosistem Inovasi Budaya Tosan Aji Nusantara yang lebih Inovatif, Progresif dan Produktif..
Misi Pertama: Membangun Platform Museum Virtual Mahakarya Para Empu Tosan Aji Nusantara Sepanjang Masa.
Setelah berhasil melaksanakan kegiatan Digitalisasi 80 Mahakarya Empu Keris Dua Dekade, maka diharapkan bisa dilakukan kegiatan Identifikasi, Inventarisasi, Dokumentasi dan Digitalisasi karya-karya Empu Tosan Aji dari seluruh penjuru Indonesia. Semua database digitalisasi tersebut akan disimpan di dalam Platform TosanAji.id sebagai Hak Kekayaan Komunal Bangsa Indonesia. Langkah selanjutnya, Tim Kerja TosanAji.id segera menyusun Program Kerja Strategis Pengembangan Ekosistem Inovasi Budaya Tosan Aji Nusantara. Yang salah satunya program kerjanya adalah membangun Platform Museum Virtual Mahakarya Para Empu Tosan Aji Nusantara Sepanjang Masa.
Museum Virtual tersebut bisa diakses secara publik untuk tujuan Edukasi, Narasi, Referensi dan Literasi. Yang sangat berguna untuk menyebar luaskan Ilmu Pengetahuan, Wawasan Edukatif serta berbagai Program Kerja Strategis Pemajuan Kebudayaan dan Diplomasi Kebudayaan, baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri secara kolaboratif dan inovatif. Semuanya, bisa terus dikembangkan di dalam Ekosistem Inovasi Budaya Tosan Aji Nusantara yang lebih Inovatif, Progresif dan Produktif.
Kegiatan Digitalisasi 80 Mahakarya Empu Keris Dua Dekade (2005 – 2025) ini, pertama akan menargetkan sebanyak 20 – 25 Empu Keris di Indonesia. Beberapa pertimbangan utama dalam memilih Para Empu Keris Dua Dekade adalah Pengakuan Kualitas Karya, Ketokohan, Rentang Waktu Pengalaman Berkarya, Visi Masa Depan Empu dan lain-lainnya. Adapun beberapa contoh nama Target Para Empu Dua Dekade adalah Empu Soekamdhi, Empu Muhlis/ Empu Tembus, Empu Sakrajie, Pande Subrata, Pande Made Sabar, Andi Tenri Polojiwa, Sasmianto Brojopakis, Empu Misradin, Empu Ika, Empu Intan, Empu Basuki, Empu Thoufik, Empu Godo, Jenar Lingga. Ibnu Pratomo, Gilang Indramayu, Mastok, Empu Hamid dan masih banyak daftar nama lainnya.
Dari data awal para Empu yang disebutkan di atas, kemudian akan dilakukan penjajakan, penelusuran dan pendekatan secara persuasif. Masing-masing Empu Keris tersebut di atas, akan dipilih 3 – 5 Mahakaryanya untuk dilakukan Identifikasi, Dokumentasi, Inventarisasi dan Digitalisasi. Yang kemudian akan diterbitkan masing-masing Surat Identifikasi Pusaka (SIP) dan QRcode Kartu Identitas Pusaka (KIP), bagi seluruh 80 Mahakarya Empu Keris Dua Dekade.
Tahapan Pelaksanaan lebih detail sedang dalam proses perencanaan dan penyusunan. Terutama terkait dengan upaya jalinan komunikasi yang menghubungi 20 – 25 Empu Keris yang berkarya mulai dari tahun 2005 – 2025. Termasuk menunggu informasi sebaran karya-karya para Empu Keris tersebut, yang saat ini sudah dikoleksi oleh para Kolektor, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Seluruh file dan data hasil dari kegiatan Digitalisasi 80 Mahakarya Empu Keris Dua Dekade (2005 – 2025) akan disimpan di dalam database server Platform TosanAji.id. Untuk kemudian akan dilakukan langkah-langkah keberlanjutan Program Kerja Strategis Pemajuan Kebudayaan Tosan Aji Nusantara. Khususnya dalam membangun sumber Edukasi, Referensi dan Literasi perihal berbagai hal yang terkait dengan upaya-upaya Pelestarian, Pemajuan dan Perlindungan Warisan Budaya Tosan Aji Nusantara. Termasuk upaya-upaya untuk memperkuat daya dukung pengembangan Ekosistem Inovasi, Ekonomi Budaya dan Industri Tosan Aji Nusantara, serta yang terkait dengannya, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Keseluruhan hasil pelaksanaan kegiatan Identifikasi, Dokumentasi, Inventarisasi dan Digitalisasi, dari 80 Mahakarya Empu Keris Dua Dekade, akan menjadi Aset Digital yang bisa terus dikembangkan menjadi Museum Virtual Mahakarya Para Empu Nusantara Sepanjang Masa.
Semoga, dari proses kegiatan Digitalisasi 80 Mahakarya Empu Keris Dua Dekade (2005 – 2025) ini, kita bersama-sama mampu membangun Ekosistem Inovasi Budaya Tosan Aji Nusantara yang lebih Inovatif, Progresif dan Revolusioner. Kunci utamanya adalah: KOLABORASI. Bukan Kompetisi.
Kolaborasi Hexahelix Untuk Membangun Ekosistem Inovasi Budaya Tosan Aji Nusantara
Membangun Ekosistem Inovasi Budaya Tosan Aji Nusantara, berarti juga harus membangun jaringan kolaboratif Hexahelix yang dinamis, interaktif dan suportif. Jejaring yang saling terhubung serta berinteraksi aktif, untuk terus menerus produktif dalam menghasilkan, mengembangkan dan mengimplementasikan inovasi.

Jejaring Hexahelix ini melibatkan pertukaran ilmu pengetahuan, teknologi, pengalaman kerja, sumber daya serta daya dukung lainnya, untuk terus menerus produktif dalam menciptakan solusi dan inovasi baru. Termasuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi, pemecahan masalah sosial (ekonomi, budaya, industri, pendidikan, dan lainnya) yang lebih kompleks.
Unsur-unsur Hexahelix dalam Ekosistem Inovasi Budaya Tosan Aji Nusantara, yang saling berkolaborasi untuk menciptakan solusi dan inovasi, yang mampu menjawab tantangan masa kini dan masa depan, adalah sebagai berikut:
- Pemerintah: Bertanggung jawab untuk menciptakan kebijakan, regulasi, akses anggaran/ pendanaan, infrastruktur dan daya dukung lainnya yang dibutuhkan.
- Dunia Usaha & Dunia Industri: Berperan aktif sebagai penggerak ekonomi, pengembang inovasi, menciptakan produk, memberikan solusi, membuka peluang, menciptakan pasar serta melayani jasa secara adaptif sesuai perkembangan zaman.
- Perguruan Tinggi/ Akademisi: Menyediakan ilmu pengetahuan, riset dan laboratorium yang sangat dibutuhkan untuk mengembangkan inovasi serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
- Pelaku Budaya Tosan Aji Nusantara: Berperan sebagai pengguna dan penerima manfaat dari terciptanya inovasi. Selain itu, juga bisa menjadi Pencipta Inovasi dan pemberi umpan balik, untuk melahirkan inspirasi dalam pengembangan inovasi lebih lanjut.
- Media Massa: Bertanggung jawab untuk mempromosikan, diseminasi serta sosialisasi dengan penyebaran informasi seluas-luasnya tentang solusi dan keberhasilan dalam Ekosistem Inovasi Budaya Tosan Aji Nusantara.
- Lembaga Keuangan/ Investor: Menyediakan dukungan keuangan (Permodalan, Kredit, Investasi, Joint Venture, dan lainnya),serta sumber daya lainnya, yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan Ekosistem Inovasi Budaya Tosan Aji Nusantara.
Dengan pengembangan Jejaring Hexahelix yang aktif dan kolaboratif, maka pembangunan serta pengembangan Ekosistem Inovasi Budaya Tosan Aji Nusantara dapat menjadi lebih progresif, efektif dan produktif. Ekosistem Inovasi inilah yang nantinya bisa diharapkan menjadi daya dukung akselerasi berbagai Program Kerja Strategis Pemajuan Kebudayaan, Perlindungan Warisan Budaya hingga Diplomasi Kebudayaan.
Urgensi dan Nilai Strategis Pengembangan Ekosistem Inovasi Budaya Tosan Aji Nusantara
Dengan pemaparan yang sudah dijelaskan di atas, kita bersama bisa mencatat setidaknya sudah ada 6 (Enam) Urgensi dan Nilai Strategis, dalam upaya Pengembangan Ekosistem Inovasi Budaya Tosan Aji Nusantara. Yaitu:
Pertama, mempercepat terciptanya berbagai inovasi yang mampu memberikan solusi setepat-tepatnya dan secepat-cepatnya.
Kedua, mendorong Pertumbuhan, Peningkatan, Penyebaran/ Pemerataan dan Keadilan Ekonomi bagi masyarakat seluas-luasnya.
Ketiga, menjadi wahana bersama untuk memecahkan berbagai permasalahan yang kompleks.
Keempat, menciptakan Nilai Tambah pada berbagai modal budaya, karya/ produk budaya dan saluran distribusi kebudayaan.
Kelima, mengembangkan keunggulan (komparatif & kompetitif) pada level internasional.
Keenam, Optimalisasi seluruh potensi yang ada, mulai dari Infrastruktur, Sumber Pendanaan, Talenta/Sumber Daya Manusia, Jaringan Komunitas, Kebijakan, Akses Pasar dan lainnya.
Pertanyaan Terakhir
Apakah Visi Pemikiran yang sudah dijabarkan di atas terlalu muluk-muluk dan mustahil untuk diwujudkan? Apakah semuanya akan menjadi Mission Imposible? Atau justru malah bisa kita jangkau bersama, kemudian mampu kita wujudkan bersama-sama dengan Prinsip Kolaborasi?
Saya terus terngiang nasehat dari Bung Besar Soekarno, “Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”
Ah, hidup hanya sekali. Sekali berarti, sudah itu mati. Maka, terbanglah setinggi-tingginya. Hingga langit menjadi batasannya!
Wahyu Eko Setiawan/ Sam WES
CEO TosanAji.id
Add comment